peraturan akademik

SISTEM PENDIDIKAN

A. SISTEM PENDIDIKAN

Program pendidikan diselenggarakan atas dasar Sistem Kredit Semester, dimana beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggara program dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS).
Dalam sistem kredit semester, kegiatan pendidikan berlangsung dalam tahapan semester yang terdiri atas enam belas minggu kegiatan kuliah atau praktikum termasuk di dalamnya ujian semester.

B. SATUAN KREDIT SEMESTER

Satuan Kredit Semester untuk Perkuliahan.
Satu Satuan Kredit Semester (1 SKS) bagi mahasiswa adalah satuan waktu kegiatan belajar mengajar yang diperoleh dalam satu semester melalui kegiatan per minggu sebanyak:
1. 50 menit kuliah/tatap muka dengan dosen
2. 60 menit latihan soal/tugas/pekerjaan rumah yang direncanakan/ ditugaskan oleh dosen.
3. 60 menit kegiatan mandiri/belajar yang dilakukan oleh mahasiswa misalnya membaca buku ref.
Sedangkan 1 SKS bagi dosen adalah :
1. 50 menit tatap muka terjadual dengan mahasiswa
2. 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur misalnya perencanaan, penugasan dan evaluasi tugas mahasiswa
3. 60 menit pengembangan materi kuliah

Satuan Kredit Semester untuk Praktik Laboratorium
Untuk praktikum, 1 SKS adalah kegiatan pendidikan selama 4 jam per minggu untuk satu semester, dimana 2 jam per minggu praktikum di laboratorium, 1 jam untuk kegiatan rangkaiannya misalnya pembuatan laporan praktikum dan 1 jam yang lainnya untuk kegiatan mandiri.

Satuan Kredit Semester untuk Kerja Praktek
Untuk kerja praktek, 1 SKS adalah kegiatan selama 4 – 5 jam dalam satu minggu selama satu semester, sehingga jika kerja praktek berbobot 2 SKS, maka kegiatan akademik yang harus dilakukan oleh Mahasiswa adalah selama 8 – 10 jam per minggu.

Satuan Kredit Semester untuk Tugas Akhir dan Skripsi
Untuk Tugas akhir dan skripsi nilai kredit semester adalah beban penelitian sebanyak 3 sampai 4 jam sehari selama satu bulan, di mana satu bulan dianggap setara dengan 25 hari kerja

C. BEBAN KREDIT, WAKTU STUDI DAN BATAS STUDI

Beban kredit mahasiswa yang harus diselesaikan dan waktu studi untuk masing-masing prodi adalah sebagai berikut :

Mahasiswa dinyatakan melewati batas studi apabila tidak dapat menyelesaikan program studinya sesuai dengan waktu studi maksimal yang telah ditentukan di atas, terhitung mulai saat mahasiswa terdaftar di STMIK El Rahma di luar masa cuti yang diambil (jika mahasiswa mengambil cuti).

D. MAHASISWA TERANCAM PUTUS KULIAH (DROP OUT)

  1. Mahasiswa dapat dinyatakan terancam Putus Kuliah (Drop Out) apabila dalam masa 4 semester aktif pertama, mahasiswa belum mencapai sekurang-kurangnya 30 SKS dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di bawah 2,00.
  2. Apabila dalam waktu 4 semester pertama tersebut mahasiswa mampu mengumpulkan lebih dari 30 SKS, maka untuk evaluasi IPK nya diambil dari 30 SKS dari mata kuliah-mata kuliah dengan nilai tertinggi.
  3. Bagi mahasiswa yang terancam putus kuliah akan mendapatkan penanganan khusus oleh program studi masing-masing.

 

TATA ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEUANGAN

Seorang mahasiswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia apabila telah memenuhi syarat-syarat administratif dan keuangan serta mendaftarkan diri untuk mengikuti pendidikan yang dimaksud melalu prosedur pengurusan KRS. Beberapa kegiatan yang terkait dengan administrasi akademik dan keuangan adalah :

A. PENDAFTARAN ULANG

  1. Pada setiap pergantian semester, setiap mahasiswa wajib melakukan pendaftaran atau pendaftaran ulang dan mengajukan rencana studi selama kurun waktu yang telah ditentukan dalam kalender akademik atau ketentuan lain yang dikeluarkan oleh STMIK El Rahma.
  2. Mahasiswa membayar uang SPP dan kewajiban keuangan lainnya yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, di bagian keuangan/transfer bank dan kemudian akan mendapatkan hak akses key in KRS dan bimbingan kepada dosen pembimbing.
  3. Jika telah melewati kurun waktu yang ditetapkan, seorang mahasiswa tidak melakukan pendaftaran atau pendaftaran ulang, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengajukan rencana studi dan diharuskan mengajukan permohonan cuti akademik. Apabila mahasiswa yang bersangkutan tidak melakukan pendaftaran ulang dan cuti maka berstatus mahasiswa NON AKTIF.
  4. Mahasiswa yang hanya mengambil TA/Skripsi wajib melakukan herregistrasi aktif/pengurusan KRS dengan membayar biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

B. PEMBIMBINGAN AKADEMIK DAN PERENCANAAN BEBAN STUDI

  1. Pembimbingan Akademik dan Perencanaan Beban Studi merupakan penyusunan program akademik oleh mahasiswa yang mempunyai tujuan agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan baik sesuai dengan minat kemampuannya. Pembimbingan dilakukan oleh Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yaitu tenaga fungsional yang ditetapkan oleh Ketua Program Studi. DPA berlaku selama mahasiswa masuk pertama sampai lulus studi. DPA mempunyai tugas :
    • - Memberikan pengarahan secara tepat kepada mahasiswa dalam menyusun dan memilih mata kuliah yang diambil.
    • - Membantu mahasiswa dalam mengatasi masalah-masalah studi.
    • - Membantu mahasiswa dalam mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.
    • - Memberikan rekomendasi tentang tingkat keberhasilan studi mahasiswa untuk keperluan tertentu.
    • - Memberikan bimbingan secara teratur selama masa studi mahasiswa.
    • - Setiap awal semester wajib melaksanakan tugas bimbingan pada waktu dan tempat yang telah dijadwalkan.
    • - Menetapkan jumlah kredit yang boleh diambil mahasiswa, meneliti dan memberi persetujuan terhadap rencana studi semester yang disusun mahasiswa dalam KRS.
  2. Penentuan Beban Kredit Semester

Beban kredit semester adalah jumlah SKS yang diambil mahasiswa dalam satu semester. Pada semester pertama, setiap mahasiswa baru wajib mengambil mata kuliah paket sesuai dengan program studi masing-masing. Sedangkan beban kredit untuk semester berikutnya ditentukan oleh dosen pembimbing akademik (DPA) atas dasar indeks prestasi mahasiswa pada semester sebelumnya. Jumlah SKS yang dapat direncanakan oleh mahasiswa pada satu semester ditetapkan sebagai berikut:

C. PENGUMUMAN NILAI DAN PEMBAGIAN KHS

Setelah masa ujian selesai dan pekerjaan ujian telah selesai diperiksa dosen penguji, maka hasil ujian akan diumumkan di papan pengumuman atau komputer SIMAK yang sewaktu-waktu bisa diakses oleh mahasiswa dan dosen DPA. Selanjutnya kartu hasil studi (KHS) akan dikirimkan ke alamat orang tua wali.

D. PENINJAUAN KEMBALI NILAI (PKN)

Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali nilai yang diberikan oleh dosen apabila berdasarkan evaluasi diri mahasiswa yang bersangkutan ditemukan kejanggalan dalam penilaian. Peninjauan kembali nilai dapat dilakukan paling lambat 2 minggu setelah pengumuman nilai dengan prosedur sebagai berikut :
1. Mahasiswa meminta formulir permohonan peninjauan kembali nilai ke bagian akademik kemudian diisi .
2. Bagian akademik akan menyampaikan permohonan PKN ke dosen yang bersangkutan.
3. Apabila dalam hasil evaluasi ulang terhadap seluruh arsip kegiatan dan penilaian mahasiswa, ternyata terdapat kesalahan penilaian maka dosen yang bersangkutan akan melakukan perubahan nilai
4. Hasil dari permohonan peninjauan ulang nilai akan disampaikan dosen kepada bag. Akademik.
5. Mahasiswa meminta informasi kepada bag. Akademik tentang hasil permohonan PKN nya.

E. CUTI AKADEMIK

  1. Setiap mahasiswa yang berhalangan mengikuti kegiatan pendidikan selama satu semester wajib mengajukan ijin cuti akademik. Mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan pendidikan tanpa ijin cuti akademik tetap diperhitungkan masa studinya dan tetap wajib membayar SPP.
  2. Ijin cuti hanya dapat diberikan kepada mahasiswa yang sudah mengikuti kegiatan akademik minimal satu semester.
  3. Pengajuan cuti paling lama untuk masa 2 semester.
  4. Selama menempuh pendidikan di STMIK El Rahma hanya diperbolehkan cuti paling lama 4 semester dan tidak boleh diambil secara berurutan.
  5. Masa cuti akademik tidak diperhitungkan dalam perhitungan masa studi.
  6. Pengajuan permohonan cuti paling lambat 2 minggu setelah kegiatan akademik (semester gasal/semester genap) dimulai.
  7. Selama cuti, mahasiswa dikenakan biaya administrasi cuti sesuai ketentuan yang berlaku untuk masing-masing angkatan yang diatur dalam peraturan tersendiri.
  8. Untuk memperoleh ijin cuti, mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan :
    • - Mengisi formulir permohonan cuti yang disediakan bagian akademik
    • - Mengajukan permohonan cuti kepada ketua melalui persetujuan dosen pembimbing akademik (DPA), dengan melampirkan surat keterangan bebas perpustakaan dan fotokopi kartu mahasiswa terakhir.
    • - Membayar biaya administrasi cuti kepada bagian keuangan dan menyerahkan berkas permohonan cuti beserta kuitansi pembayaran cuti kepada bagian akademik.
    • - Surat ijin cuti kemudian dikeluarkan oleh Ketua STMIK El Rahma u.b. Pembantu Ketua I dan diserahkan ke Bagian Akademik serta dosen pembimbimbing akademik.
  9. Mahasiswa cuti tidak diperkenankan :
    • - Mengikuti segala kegiatan perkuliahan, praktikum serta ujian
    • - Mengikuti bimbingan TA dan Skripsi
    • - Mengikuti kegiatan kemahasiswaan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler
    • - Memanfaatkan fasilitas perpustakaan
    • - Menggunakan fasilitas milik almamater lainnya.


F. AKTIF KEMBALI

Mahasiswa yang mengambil cuti dapat aktif kembali, dengan mengajukan surat permohonan aktif kembali kepada Ketua STMIK El Rahma dengan prosedur sbb:
1. Mengisi formulir permohonan aktif kembali, yang disediakan bagian akademik dengan melampirkan bukti surat ijin cuti (asli)
2. Menyelesaikan urusan keuangan
3. Menyerahkan formulir aktif kembali (rangkap 2) ke bagian keuangan
4. Melakukan proses pengajuan KRS ke bagian Akademik sesuai dengan prosedur yang bisa dilihat pada bagian “Pengurusan Kartu Rencana Studi”.

G. NON AKTIF TANPA IJIN CUTI

  1. Mahasiswa non aktif tanpa ijin cuti, lama waktu non aktif yang diambil akan diperhitungkan sebagai masa studi.
  2. Untuk dapat aktif kembali, selain mengajukan surat permohonan aktif kembali kepada ketua, juga diwajibkan membayar/melunasi segala administrasi keuangan secara penuh selama mahasiswa yang bersangkutan non aktif tanpa ijin cuti
  3. Mahasiswa non aktif tanpa ijin cuti selama 2 semester berturut-turut dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa STMIK EL Rahma.

H. MAHASISWA PINDAHAN

Mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang akan pindah studi ke STMIK El Rahma harus memenuhi persyaratan sebagaimana calon mahasiswa baru dan dilakukan setiap semester. Di samping itu juga harus melengkapi/memenuhi/melampirkan beberapa persyaratan sebagai berikut :

  1. Ijazah pendidikan terakhir dan foto kopi daftar nilai dari perguruan tinggi asal.
  2. Menyertakan surat keterangan pindah dari perguruan tinggi asal.
  3. Mengambil mata kuliah yang jumlah SKS dan besarnya ditentukan sesuai dengan kurikulum yang berlaku di STMIK El Rahma.

Keterangan :
Terhadap mata kuliah-mata kuliah yang pernah diperoleh pada Perguruan Tinggi asal akan dilakukan matrikulasi sesuai dengan kurikulum pada Program Studi yang dituju pada STMIK El Rahma dengan nilai yang diakui minimal C dari mata kuliah pada perguruan tinggi asal.

I. ALIH JALUR/TRANSFER

Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus Diploma Tiga (D3), dapat melanjutkan ke program jenjang Sarjana (S1) bila memenuhi persyaratan administratif dan akademik yang telah ditentukan sebagai berikut :
1. Persyaratan Administratif :
a. Membayar Biaya pendaftaran dan biaya lainnya sesuai dengan ketentuan
b. Membayar Biaya PETA (Pekan Ta’aruf El Rahma) bagi peserta dari perguruan tinggi lain.
c. Menyerahkan foto kopi ijazah D3 yang telah dilegalisasi sebanyak 3 lembar.
d. Menyerahkan foto kopi transkrip nilai terakhir yang telah dilegalisasi sebanyak 3 lembar
2. Syarat Akademik :
a. Telah lulus jenjang D3
b. Calon peserta alih jalur akan diseleksi dengan mempertimbangkan beberapa faktor antara lain status perguruan tinggi asal dan kesesuaian program studi
c. Mata kuliah yang harus diselesaikan bagi mahasiswa alih jalur adalah mata kuliah jenjang sarjana sesuai dengan kurikulum yang berlaku di STMIK El Rahma.
d. Beban mata kuliah yang harus diambil akan dipertimbangkan dan dikaitkan dengan bobot mata kuliah D3 dan tingkat kesetaraan mata kuliah yang sudah ditempuh.
e. Beban studi yang bisa diambil untuk pertama kali disesuaikan dengan IPK hasil konversi mata kuliah.

J. PINDAH PROGRAM STUDI/JENJANG

Mahasiswa yang bermaksud pindah jenjang/Program Studi diatur dengan ketentuan sebagai berikut
1. Mahasiswa mengajukan permohonan pindah jenjang/Program Studi kepada Ketua STMIK El Rahma yang ditandatangani oleh mahasiwa, Ketua program Studi dan orang tua atau wali.
2. Mahasiswa akan mendapatkan surat keputusan (SK Ketua) penetapan pindah jenjang/Program Studi
3. Mahasiswa menyelesaikan urusan administrasi pindah jenjang/Program Studi pada bagian keuangan
4. Mahasiswa akan mendapatkan nomor induk baru pada jenjang/program studi yang dituju
5. Bersedia mentaati peraturan pada program studi/jenjang yang berlaku baik menyangkut administrasi akademik maupun keuangan.
6. Terhadap mata kuliah-mata kuliah yang pernah ditempuh di program studi asal akan dilakukan matrikulasi sesuai kurikulum pada Program Studi yang dituju dengan nilai yang diakui minimal C.


PELAKSANAAN PENDIDIKAN

A. KEGIATAN PENDIDIKAN

1. Penyelenggaraan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan di STMIK EL RAHMA dilakukan melalui kuliah/tatap muka, praktikum, pemberian tugas akademik, dan lain-lain. Dalam penyelenggaraan pendidikan dapat diadakan seminar, diskusi panel, lokakarya dan kegiatan ilmiah lainnya.
Kegiatan perkuliahan diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Perkuliahan diselenggarakan oleh Program Studi dibawah koordinasi Ketua Bidang akademik sesuai dengan kalender akademik yang telah disusun.
  2. Penyusunan jadual mata kuliah dikoordinasi oleh bagian administrasi akademik
  3. Kehadiran mahasiswa dipantau oleh dosen pengajar mata kuliah yang bersangkutan.

2. Syarat-syarat Mengikuti perkuliahan

Seorang mahasiswa dapat mengikuti suatu perkuliahan bila ia telah :

  1. Memenuhi syarat-syarat administratif dan keuangan.
  2. Mendaftarkan diri untuk mengikuti perkuliahan yang dimaksud melalu prosedur pengurusan KRS.
  3. Mematuhi semua tata tertib mahasiswa

3. Tata Tertib Perkuliahan

Tata tertib perkuliahan diatur dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Pada setiap pertemuan pertama, dosen akan menyampaikan rencana perkuliahan, silabus, metode penilaian serta unsur-unsur penilaian kepada mahasiswa.
  2. Pada setiap kegiatan perkuliahan, dosen akan melaksanakan pemeriksaan terhadap kehadiran mahasiswa.
  3. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan perkuliahan sekurang-kurangnya 75% dari jumlah pertemuan nyata selama satu semester.
  4. Mahasiswa yang tidak dapat memenuhi jumlah kehadiran minimal akan diberikan sanksi tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir semester (UAS).
  5. Mahasiswa tidak diperkenankan mengenakan sandal, kaos oblong, kaos tanpa krah, celana pendek, celana sobek atau yang sengaja disobek ataupun hal-hal yang tidak pantas dan tidak kondusif dalam lingkungan kehidupan kampus.
  6. Tidak diperkenankan merokok di dalam kelas atau di dalam lingkungan kampus.
  7. Mahasiswa putra tidak diperkenankan memakai perhiasan yang tidak sepantasnya seperti giwang, kalung, anting.
  8. Tidak diperkenankan melakukan tindakan dan perbuatan yang tidak senonoh dan bertentangan dengan tata kesopanan dalam ajaran Islam.
  9. Mahasiswa putra tidak diperkenankan duduk bersama/sekelompok dengan mahasiswa putri dan sebaliknya pada saat mengikuti perkuliahan.
  10. Menghormati dosen dan saling menghargai antar sesama mahasiswa.
  11. Mahasiswa yang dengan sengaja memalsukan kartu mahasiswa untuk kepentingan pribadi atau orang lain guna memperoleh fasilitas tertentu di dalam maupun di luar lingkungan kampus akan diskorsing selama-lamanya satu (1) semester atau sesuai kebijaksanaan.
  12. Mahasiswa yang dengan sengaja memalsukan tanda tangan dosen atau pejabat atau mahasiswa lainnya atau stempel yang sah berlaku di lingkungan STMIK EL Rahma untuk kepentingan pribadi atau orang lain, akan diskorsing selama-lamanya 2 (dua) semester atau sesuai kebijaksanaan.


4. Kerja Praktek

Kerja Paktek adalah kegiatan lapangan yang wajib dilakukan oleh Mahasiswa STMIK El Rahma Yogyakarta baik jenjang D3 maupun S1. Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan praktis dalam disiplin ilmunya masing-masing, sehingga dapat memahami serta mengaplikasikan antara teori dan praktek.
Ketentuan tentang kerja praktek bisa dibaca pada bagian lampiran

5. Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa khusus jenjang Sarjana (S1) pada akhir program studinya. Dari kegiatan ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk berhadapan dengan masalah nyata dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengidentifikasi, menganalisis serta menyelesaikan suatu permasalahan secara bersama-sama dalam suatu kelompok.
Ketentuan tentang KKL bisa dibaca pada bagian lampiran

6. Tugas Akhir dan Skripsi

Tugas akhir untuk jenjang D3 atau skripsi untuk jenjang S1 merupakan mata kuliah pembulat studi, yaitu mata kuliah yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa pada akhir program studinya. Tugas akhir dan skripsi ditawarkan pada setiap semester dan jangka waktu pendaftarannya ditetapkan oleh bagian akademik. Tugas Akhir atau skripsi adalah karya ilmiah yang tertulis yang disusun mahasiswa berdasarkan hasil penelaahan atau penelitian suatu masalah yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan dosen pembimbing.
Pedoman Tugas Akhir/Skripsi bisa didownload di menu Download

B. EVALUASI HASIL STUDI

1. Evaluasi Keberhasilan

Evaluasi keberhasilan mahasiswa dilakukan dengan cara mendapatkan informasi mengenai jumlah mahasiswa yang telah mencapai tujuan-tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum, melalui penyelenggaraan ujian, pemberian tugas dan sejenisnya. Bentuk ujian dapat berupa ujian tulis, ujian lisan dan dapat pula penyelesaian tugas-tugas (kelas/rumah) yang bertujuan mengevaluasi kemampuan mahasiswa.

2. Jenis Ujian

a. Ujian Tengah Semester (UTS)

Adalah ujian yang dilaksanakan pada pertengahan kuliah tiap semester. Pelaksanaan ujian tengah semester dapat dilakukan langsung oleh dosen yang bersangkutan sesuai dengan jadual mengajar dosen tersebut dengan pemberitahuan sebelumnya atau dengan pelaksanaan secara serentak untuk semua mata kuliah dan dikoordinasikan oleh Panitia Ujian.

b. Ujian Akhir Semester (UAS)

Adalah ujian yang dilaksanakan pada akhir semester secara serentak untuk seluruh mata kuliah. Pelaksanaan ujian ini dikoordinasikan oleh Panitia Ujian.
Ketentuan, Prosedur dan Tata Tertib UAS :

  1. Mahasiswa memperoleh bukti cap bebas peminjaman perpustakaan dan bukti lunas keuangan pada KRS yang berlaku.
  2. Mahasiswa wajib membawa KRS untuk ditandatangani petugas jaga ujian dan KTM setiap mengikuti ujian.
  3. Peserta Ujian datang 10 menit sebelum ujian dimulai.
  4. Peserta yang datang terlambat lebih dari 15 menit, diminta untuk menghadap piket ujian untuk mendapat ijin mengikuti ujian.
  5. Peserta ujian harus berpakaian rapi, sopan dan bersepatu.
  6. Semua tas, buku, ringkasan, kertas dan lain-lain diletakkan pada tempat yang ditentukan jika sifat ujian closed book.
  7. Peserta ujian harus menandatangani presensi kehadiran ujian.
  8. Peserta ujian yang selesai mengerjakan soal, lembar jawaban ditinggal diatas kursi dan boleh meninggalkan ruang ujian minimal 30 menit setelah ujian dimulai.
  9. Mahasiswa yang mengikuti ujian harus duduk di kursi yang telah disediakan sesuai dengan nomor ujian.
  10. Mahasiswa yang berbuat curang dalam ujian mendapat sanksi berupa pengurangan nilai atau diberi nilai gagal oleh dosen pengampu mata kuliah, sesuai dengan laporan pengawas ujian yang ada dalam berita acara ujian atau lembar jawab ujian.
  11. Mahasiswa yang sengaja memalsukan tanda bukti ujian untuk kepentingan pribadi dan atau orang lain guna mengikuti ujian, akan dibatalkan hasil ujian untuk sebagian atau seluruhnya dengan penetapan nilai E.

c. Ujian Susulan

Ujian susulan khusus diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester (UAS) dan diterima alasan ketidakikutsertaannya dengan ketentuan :

  1. Mahasiswa memberitahukan alasan tidak dapat mengikuti ujian kepada dosen pengampu mata kuliah maksimal satu hari setelah pelaksanaan ujian.
  2. Mahasiswa membawa bukti sesuai alasan ketidakhadiran pada saat akan mengikuti ujian susulan.
  3. Ujian susulan dilakukan paling lambat 1 minggu setelah mata kuliah yang bersangkutan diujikan.
  4. Mahasiswa mendaftarkan ujian susulan pada bagian akademik dengan menunjukkan KRS.

d. Ujian Responsi

Adalah ujian akhir untuk mata kuliah-mata kuliah praktikum. Pelaksanaan ujian ini dikoordinasikan oleh Bag. Akademik dan Kepala UPT Laboratorium.
Ketentuan dan Prosedur Mengikuti Ujian Responsi

  1. Mahasiswa mengambil mata praktikum yang dibuktikan dengan KRS.
  2. Mahasiswa telah mengikuti seluruh kegiatan praktikum (100%) dari jumlah pertemuan praktikum.
  3. Apabila jumlah pertemuan praktikum tidak terpenuhi, mahasiswa harus mengambil inhal (pemenuhan) praktikum maksimal 3 pertemuan dan membayar biaya inhal sesuai ketentuan yang berlaku.
  4. Jika mahasiswa tidak hadir lebih dari 3 kali pertemuan praktikum, mahasiswa tidak berhak mengikuti responsi.
  5. Pada saat akan mengikuti inhal, mahasiswa mendaftarkan diri di bagian akademik dengan menunjukkan KRS


e. Ujian Tugas Akhir (Khusus jenjang D3)

Ujian Tugas Akhir merupakan ujian yang dilaksanakan secara lisan yang wajib ditempuh mahasiswa untuk memperoleh ijazah dan menyandang gelar Ahli Madya Komputer (A.Md).

f. Ujian Skripsi (Khusus jenjang S1)

Ujian skripsi merupakan ujian yang dilaksanakan secara lisan yang wajib ditempuh mahasiswa untuk memperoleh ijazah dan menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom).

3. Sistem Penilaian

Sistem penilaian dilakukan berdasarkan pada dua kemungkinan cara menilai yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing-masing mata kuliah dan kebijaksanaan dosen pengampu mata kuliah :

  1. Secara umum, sistem penilaian menggunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP).
  2. Dalam kondisi seluruh mahasiswa berada di bawah nilai rata-rata, dosen dapat menerapkan Penilaian Acuan Norma (PAN)
  3. Khusus untuk mata kuliah pengawasan mutu, sistem penilaiannya menggunakan sistem penilaian acuan patokan (PAP)
  4. Penilaian ditentukan dengan menggunakan nilai huruf sebagai berikut :
    • 1). Nilai A : baik sekali = bobot nilai 4
    • 2). Nilai B : baik = bobot nilai 3
    • 3). Nilai C : cukup = bobot nilai 2
    • 4). Nilai D : kurang = bobot nilai 1
    • 5). Nilai E : nihil/gagal = bobot nilai 0
  5. Konversi skor nilai angka skala 0-100 ke dalam nilai skala (harkat) 0-4 atau huruf adalah :

1). Untuk Penilaian Acuan Patokan (PAP)

nilai 80 - 100 : A = 4
nilai 65 - 79 : B = 3
nilai 55 - 64 : C = 2
nilai 40 - 54 : D = 1
nilai 0 – 39 : E = 0

2). Untuk Penilaian Acuan Norma (PAN)

Konversi skor nilai angka hasil tes dilakukan dengan langkah berikut :
Nilai hasil tes mahasiswa dihitung dahulu standar deviasi dan reratanya. Jika standar deviasi dan rerata sudah ditemukan, maka nilai masing-masing mahasiswa dikonversi menggunakan kriteria sebagai berikut :
• >=(M+1,5 SD) = A
• >=(M+0,5 SD) s.d. <(M+1,5 SD) = B
• >=(M - 0,5 SD) s.d. <(M+0,5 SD) = C
• >=(M - 1,5 SD) s.d. <(M - 0,5 SD) = D
• < M – 1,5 SD = E

4. Evaluasi Hasil Studi

Evaluasi hasil studi merupakan proses penentuan tingkat kelulusan mahasiswa dalam menempuh studi. Ada dua tahap evaluasi hasil studi yaitu:

a. Evaluasi Hasil Studi Akhir Semester

Tingkat prestasi diukur dengan suatu angka indeks yang disebut Indek Prestasi (IP) .Indek Prestasi (IP) adalah bilangan yang menunjukkan tingkat keberhasilan mahasiswa secara kuantitatif, yang dihitung berdasarkan jumlah perkalian kredit (SKS) dan bobot nilai (N) tiap mata kuliah, dibagi dengan jumlah kredit yang direncanakan (?SKS), dengan rumus sebagai berikut :

Berdasar nilai di atas, maka IP yang diperoleh mahasiswa tersebut adalah 54/18 = 3,00 (tiga koma kosong)

b. Evaluasi Studi Akhir Jenjang Studi (Yudisium)

Adalah proses penentuan tingkat kelulusan mahasiswa dalam menempuh seluruh mata kuliah dalam kurikulum. Mahasiswa yang dinyatakan lulus dalam evaluasi hasil studi akhir jenjang studi berhak memperoleh ijazah dan menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom) atau Ahli Madya Komputer (A.Md) STMIK El Rahma. Seorang mahasiswa dinyatakan telah selesai menempuh program studinya dan dinyatakan LULUS apabila telah memenuhi semua persyaratan sebagai berikut :

  1. Telah menempuh semua mata kuliah yang telah ditetapkan oleh Program Studi.
  2. Tidak mempunyai nilai E, Nilai minimal C untuk mata kuliah pengawasan mutu.
  3. Nilai D maksimal 10 %
  4. Telah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir atau ujian Skripsi.
  5. Mempunyai IP kumulatif minimal 2,00.

5. Predikat Kelulusan

Mahasiswa yang dinyatakan berhak mendapatkan ijazah dan gelar sarjana atau ahli madya, menerima predikat kelulusan berdasarkan IP Kumulatif sebagai berikut :

?
developed by Puskom Elrahma